Keseruan yang Wajib Dilakukan di Nantucket
Nantucket, pulau menawan di lepas pantai Massachusetts, jadi destinasi favorit, terutama di musim panas. Hari-hari di sini dimulai dengan pasir putih dan ombak yang berdebur. Jetties Beach jadi pilihan tepat buat yang mau santai, apalagi bagi yang bawa anak. Kita bisa nongkrong di sini tanpa harus repot bawa bekal karena di dekat situ ada Sandbar, restoran terbuka yang menyediakan tiram, cocktail, sayap ayam, sandwich, dan salad. Dengan walkway datar dari tempat parkir ke pantai, plus fasilitas seperti shower, net voli, dan area bermain, Jetties Beach jadi tempat yang mudah diakses dan bebas stres.
Kalau mau lebih berpetualang, ada Surfside Beach sedikit lebih jauh ke sisi selatan pulau. Aksesnya bisa melalui jalur sepeda, dan di sini kita bisa menikmati pantai yang luas dengan ombak yang lebih menantang. Banyak pencinta pantai yang datang di pagi hari untuk mencari kerang, sementara di sore hari, kite flyers mengendarai layang-layang saat matahari terbenam. Surfers pun berbondong-bondong ke Cisco Beach, destinasi surfing terbaik di pulau ini. Mau ambil kelas surfing? ACK Surf School dan Nantucket Island Surf School siap ngasih pelajaran, atau bisa juga bawa alat surfing sendiri.
Ngomong-ngomong soal pantai, jangan khawatir jika kamu bukan penggemar ombak. Nantucket memiliki banyak aktivitas lain yang nggak kalah seru, terutama di “Town”. Setelah turun dari feri, pengunjung langsung melangkah masuk ke jalanan berbatu, mengelilingi gereja-steeple, pohon elms tua, dan bangunan bercat abu-abu. Setiap sudut dipenuhi restoran, toko, hotel, dan berbagai kegiatan budaya.
Museum Whaling jadi tempat yang nggak boleh dilewatkan, menampilkan kisah mendebarkan dari industri perburuan paus yang berbahaya di abad ke-18. Dengan kerangka paus sperma sepanjang 46 kaki, pemandangan ini pasti bikin terkesan. Bagi yang suka belanja, ‘Nantucket Looms’ menawarkan berbagai tekstil yang diolah secara langsung, termasuk selimut cashmere dan scarf mohair. G.S. Hill Gallery menjadi surga bagi pecinta seni dengan koleksi lukisan minyak dan keranjang lightship, simbol status lokal yang dibuat oleh para pengrajin pulau.
Jangan lupa mampir ke Murray’s, toko serba ada yang sudah berusia satu abad dan jadi pelopor gaya preppy di Amerika. Murray’s terkenal dengan “Nantucket Reds,” celana kanvas ikonis yang didesain tahun 1960-an, yang dirancang untuk memudarkan warna dari merah salmon menjadi merah muda debu. Celana ini jadi seragam musim panas yang paling pas untuk gaya pantai di East Coast.
Bagi para penulis dan pembaca, wajib banget mampir ke Mitchell’s Book Corner, toko buku independen dengan dua lantai yang menawarkan koleksi khusus tentang Nantucket. Novel-novel romantis karya Elin Hilderbrand, yang sering berlatar di pulau ini, bahkan jadi lebih spesial karena ada sesi tanda tangan bukunya setiap Rabu pukul 11 pagi di musim panas.
Berkeliling di Nantucket, kamu nggak hanya akan menikmati keindahan alam dan budaya yang kaya, tapi juga merasakan atmosfer yang unik dan menyenangkan. Tiap sudutnya penuh dengan cerita dan kenangan yang bisa dibawa pulang. Jadi, yuk rencanakan liburan seru kamu ke pulau cantik ini!
