Jamaika siap menggelar KTT Konektivitas Udara CTO kedua pada 23 Februari 2027 mendatang di Kingston. Acara ini bakal melanjutkan kesuksesan KTT perdana yang berlangsung di Bermuda tahun ini, sekaligus berupaya meningkatkan perjalanan udara di kawasan ini di tengah tantangan global yang terus berlanjut.
Menteri Pariwisata Jamaika, Edmund Bartlett, mengungkapkan rencana ini saat berbicara di Marketplace Pariwisata Karibia yang diadakan oleh Caribbean Hotel and Tourism Association (CHTA) di Antigua. Ia menekankan bahwa KTT ini akan memberikan wawasan strategis untuk perencanaan regional.
“Acara ini bukan hanya akan menyatukan mitra maskapai, tetapi juga menjadi ajang untuk berkonsep dan memikirkan masa depan konektivitas udara di kawasan kita, yang sangat penting,” tutur Minister Bartlett.
Waktu pelaksanaan KTT ini juga sangat tepat, berdekatan dengan Hari Ketahanan Pariwisata Global yang ditetapkan oleh PBB pada 17 Februari — sebuah inisiatif yang digagas oleh Jamaika sendiri. KTT ini akan membahas banyak isu penting, termasuk mempertajam fokus pada ketahanan sektor pariwisata.
KTT sebelumnya diselenggarakan pada 24 Februari 2026 di Hamilton, Bermuda. Acara tersebut dihadiri oleh para menteri dan direktur pariwisata, eksekutif maskapai, serta pemimpin bandara dan pemangku kepentingan industri untuk membahas masalah seperti kekurangan kapasitas, pajak tinggi, dan kebutuhan layanan antar-wilayah yang lebih kuat.
Rosa Harris, ketua Komite Penerbangan CTO dan direktur pariwisata Kepulauan Cayman, menekankan pentingnya konektivitas udara untuk wilayah ini. “Tanpa konektivitas, kita tidak bisa berkembang, tidak bisa memberi makan masyarakat kita,” ungkapnya. Ia juga menyebut dua pencapaian besar: penyelesaian Studi Penerbangan CTO oleh ASM dan berhasilnya penyelenggaraan KTT perdana.
Harris menekankan pembangunan rute berbasis data dan menyampaikan bahwa studi menunjukkan adanya pertumbuhan arus penumpang yang stabil meski terdapat kekurangan kapasitas di Eropa dan pasar utama di Amerika Selatan, seperti Italia, Argentina, Chili, dan Brasil. Potensi layanan langsung baru di rute ini sangat menjanjikan.
Kota-kota tujuan diharapkan dapat membangun bisnis yang kredibel untuk maskapai, mengurangi risiko rute baru melalui pemasaran kolaboratif, mengoptimalkan infrastruktur yang ada sebelum melakukan perluasan, serta mengurangi ketergantungan pada pajak tinggi dan biaya bandara yang menghambat perjalanan antar-Karibia.
“Persaingan adalah fragmentasi kita — kita perlu memperluas daya pemasaran kolektif kita,” kutip Harris, merujuk pada pernyataan Wakil Perdana Menteri Sint Maarten dan Menteri Pariwisata Grisha Heyliger-Marten. Ada seruan untuk mengalihkan fokus dari persaingan menjadi kolaborasi, memperkuat keterhubungan antara kementerian keuangan, imigrasi, dan pariwisata, serta memastikan akomodasi yang memadai dan beragam dengan pengelolaan kapasitas kursi yang bijak.
KTT di Bermuda juga menghasilkan nota kesepahaman antara CTO dan Airports Council International – Latin America and the Caribbean untuk memperkuat kolaborasi aviasi-pariwisata. Dona Regis-Prosper, sekretaris jenderal CTO dan CEO, mengatakan momentum yang berkelanjutan sangat krusial. “Mengadakan KTT 2027 di Jamaika akan memberi kita kesempatan untuk menerjemahkan wawasan dari Bermuda menjadi tindakan nyata — menciptakan kemitraan baru, mengatasi tantangan yang ada dalam penerbangan, dan memperkuat visi One Caribbean untuk pertumbuhan yang terhubung dan tahan banting,” ujarnya.
Regis-Prosper akan segera menuju Jamaika untuk bertemu dengan Direktur Pariwisata Donovan White dalam rangka mematangkan rencana acara yang fokus pada membangun bisnis yang kredibel untuk maskapai, mengoptimalkan infrastruktur, memperluas kesepakatan antar-lini, serta mendiversifikasi pasar asal.
Di tengah kondisi geopolitik yang menantang, kawasan ini juga merayakan kenaikan signifikan dari Amerika Selatan yang mencatat peningkatan 23,7% dalam kedatangan ke Karibia pada tahun 2025, mencapai 2,4 juta kunjungan.
Selain itu, Saint Lucia akan menjadi tuan rumah KTT Pasar Amerika Latin CTO perdana pada 5-6 Mei 2027, dengan fokus kuat pada peningkatan konektivitas udara menuju pasar yang cepat berkembang ini.

