Kota Fukuoka di Prefektur Fukuoka, Kyushu, terkenal dengan kehidupan malamnya yang ceria, ramen yang lezat, dan budaya perdagangan yang kaya. Bagi yang berani menjelajah lebih jauh dari hiruk-pikuk kota, ada banyak keindahan tersembunyi yang menanti di pedesaan dan lembah hijau Sungai Chikugo. Dari kota-kota bersejarah dan kuil megah hingga bunga musiman dan teh segar, pedesaan Fukuoka menawarkan pesona yang jarang terjamah, menciptakan pengalaman liburan yang tak terlupakan di Jepang yang indah ini.
Perjalanan ke Fukuoka dari Tokyo bisa ditempuh dalam waktu dua jam dengan pesawat atau lima jam dengan kereta peluru Nozomi. Dari Stasiun Hakata di Fukuoka, penumpang bisa mengambil kereta lokal menuju berbagai wilayah pedesaan yang menawan.
Sesampainya di sana, berbagai kota bersejarah dan landmark budaya sudah siap untuk dijelajahi dengan mudah.
Temukan Situs Bersejarah dan Budaya Fukuoka
Kota bersejarah Akizuki memiliki banyak bangunan terawatt yang menawan. Gambar: 蝶(ファラージャ)/ Pixta
Di luar kesibukan kawasan Hakata dan Tenjin, Fukuoka, ada banyak sejarah menarik yang bisa ditemukan di utara Kyushu.
Kota Kastil Akizuki
Akizuki, yang dijuluki “Little Kyoto” di Chikuzen, menyimpan sejarah yang kaya selama 800 tahun. Sebagai markas klan Akizuki yang pernah menguasai Chikuzen (sebagian besar Prefektur Fukuoka saat ini), Kastil Akizuki dibangun pada tahun 1203 dan digunakan hingga tahun 1873, di awal periode Meiji. Pengunjung masih bisa melihat gerbang Kuromon (gerbang hitam), dinding batu asli, dan rumah gerbang yang direkonstruksi.
Jelajahi suasana kota yang menawan, kunjungi museum, dan lihat bangunan yang terawat di sepanjang jalan utama menuju reruntuhan kastil, Sugi-no-Baba. Di musim semi, bunga sakura di sepanjang jalan utama memanjakan mata.
Munakata Taisha
Okitsu-gu terletak di Okinoshima, sebuah pulau yang aksesnya terbatas di Laut Genkai. Gambar: Ay create / Pixta
Munakata, terletak antara Fukuoka City dan Kitakyushu City, adalah rumah bagi tiga kuil Shinto penting. Hetsu-gu (Kota Munakata), Nakatsu-gu (Pulau Oshima), dan Okitsu-gu (Pulau Okinoshima) dikenal sebagai Munakata Taisha. Meskipun ada lebih dari 6.000 kuil Munakata di seluruh Jepang, ketiga kuil ini menjadi yang paling terkenal.
Hetsu-gu, yang terletak di daratan Kyushu, adalah yang paling mudah dijangkau. Beberapa bangunan saat ini dibangun pada akhir abad ke-16, sementara bangunan aslinya berasal dari abad ke-12. Nakatsu-gu, yang terletak di kaki Gunung Mitake, dapat dijangkau dalam 15-20 menit dari Pelabuhan Kamiminato di Munakata. Nakatsu-gu juga mengklaim sebagai asal usul mitos Tanabata tentang pasangan terpisah oleh bintang. Okitsu-gu terletak di Okinoshima, pulau yang sangat dilindungi di mana hanya para pendeta kuil yang diizinkan masuk. Di hari yang cerah, Anda bisa melihat sekilas pulau misterius ini dari daratan.
Nikmati Keajaiban Alam di Prefektur Fukuoka
Pemandangan Pantai Keya dari Gunung Tateishi bikin takjub. Gambar: Matthieu Tuffet / iStock
Prefektur Fukuoka menyuguhkan pemandangan yang menakjubkan mulai dari gunung hingga pantai yang indah dan bunga musiman yang sedang berbunga.
Itoshima: Gunung Tateishi, Pantai Keya, Keya Oto
Semua orang kini sedang berburu tempat liburan baru, dan Peninsula Itoshima, yang terletak di sebelah barat Kota Fukuoka, jadi salah satu yang paling populer untuk pengalaman pesisir.
Menurut daftar yang disusun oleh Kementerian Lingkungan Hidup pada tahun 2006, Pantai Keya masuk dalam daftar 100 Pantai Terbaik di Jepang. Airnya yang jernih dan suasana ramah keluarga membuat pantai ini jadi favorit, terutama saat matahari terbenam.
Ombak Laut Genkai telah membentuk Gua Basalt Keya no Oto, salah satu yang terbesar di Jepang, dengan tinggi lebih dari 60 meter dan lebar 10 meter. Dari musim semi hingga akhir musim gugur, pengunjung bisa melihat formasi batu segi delapan ini dari kapal yang berangkat dari Pelabuhan Nelayan Keya. Untuk mendapatkan pemandangan menakjubkan dari laut dan lanskap sekitar, pendaki bisa trekking selama 30 menit ke Gunung Tateishi.
Yanagawa: Berperahu, Kebun Iris dan Bunga Matahari
Bunga iris di sepanjang kanal Yanagawa menjadi simbol akhir musim semi dan awal musim panas. Gambar: J6HQL / Pixta
Terletak di bagian selatan Prefektur Fukuoka, Yanagawa sering disebut sebagai “Venice of Kyushu.” Dengan lebih dari 900 km kanal, sungai, dan aliran yang berasal dari Sungai Chikugo, Yanagawa menjadi tujuan favorit bagi wisatawan yang mencari perjalanan perahu pemandangan indah dan ikan belut.
Seru banget untuk berlayar di kanal-kanal dan belajar tentang sejarah Yanagawa sebagai kota bekas kastil. Banyak pendayung sekaligus pemandu yang siap membawamu menjelajahi area ini di atas perahu kecil. Bagi pecinta kuliner, unagi no seiro-mushi menjadi salah satu hidangan andalan. Disajikan dalam wadah yang dilapisi lak, beras, dan saus manis, ikan belut ini menjadi simbol kebudayaan kanal Yanagawa.
Untuk pecinta tanaman, jangan lupa mampir ke Kebun Bunga Matahari Yanagawa saat akhir bulan September, di mana 500.000 bunga mekar. Jika merencanakan kunjungan di akhir Mei hingga awal Juni, cobalah tur kanal di Kebun Iris Kabashima untuk menikmati lebih dari 30.000 bunga iris yang sedang mekar.
Cicipi Buah Lokal dan Teh Pemenang Penghargaan
Perkebunan teh Yame menghasilkan teh hijau dengan banyak penghargaan. Gambar: TOSHI.K / Pixta
Saat berkunjung ke Fukuoka, ramen memang jadi satu hal yang wajib dicoba, tapi kenapa tak cicipi juga hasil pertanian yang melimpah?
Teh Yame
Terletak di selatan Fukuoka, Yame dikenal sebagai daerah cha no kuni (negeri teh) yang terkemuka. Setiap tahun, teh hijau yang ditanam di daerah ini, terutama teh gyokuro kelas tinggi, meraih banyak penghargaan. Selagi berada di Yame, kunjungi Perkebunan Teh Yame seluas 70 hektar dan nikmati pemandangan indah dari kebun teh yang hijau. Dari titik pandang, Anda bisa melihat Laut Ariake dan Semenanjung Shimabara di Nagasaki pada hari yang cerah. April dan Mei adalah waktu terbaik untuk menjelajahi Yame saat teh baru siap dipetik dan Anda bisa menikmati segelas shincha (teh baru).
Untuk belajar lebih dalam tentang teh di Yame, kunjungi Museum Teh Hoshino di Kota Hoshino. Wilayah ini telah memproduksi teh sejak periode Muromachi (1336-1573). Jangan lupa mencoba berbagai jenis teh di Hall Teicha museum dan beli oleh-oleh terkait teh di tokonya.
Ukiha: Michi no eki, Buah Segar, dan Teh
Kota Ukiha terkenal dengan buah-buahan lezatnya, seperti “kaki” (persimon Jepang). Gambar: D&M.CLIPs / Pixta
Dikenal sebagai “kerajaan buah”, Ukiha terletak di selatan dan berbatasan dengan Prefektur Oita.
Tur memetik buah tersedia sepanjang tahun. Dapatkan stroberi di paruh pertama tahun ini, blueberry di pertengahan musim panas, pir mulai awal musim gugur, dan persimon di bulan November.
Walaupun tidak sepopuler Yame dalam hal produksi teh, Ukiha juga merupakan daerah penghasil teh yang memproduksi bancha (sencha musim akhir) dan teh hitam.
Kalau waktu terbatas, tempat Michi no Eki di Ukiha menawarkan hasil pertanian daerah ini sepanjang tahun.
Masih Banyak yang Bisa Dieksplor di Prefektur Fukuoka
Gunung Hiko adalah salah satu dari 100 Pemandangan Indah di Jepang. Gambar: kei&yot / Pixta
Kalau ada lebih banyak waktu di Prefektur Fukuoka, coba eksplorasi ke beberapa destinasi pedesaan lainnya.
- Desa Toho
Desa yang cantik ini adalah tempat lahir keramik Koishiwarayaki dan mempertahankan suasana jalanan yang nostalgia. - Gunung Hiko
Salah satu dari tiga lokasi utama untuk agama Buddha Shugendo, gunung suci ini menawarkan panorama daun musim gugur yang menakjubkan. - Onsen Harazuru
Mengandung kolam air alkali dan belerang, kota pemandian air panas ini dikenal sebagai onsen “kecantikan ganda.”

