Kochi Prefecture adalah bagian besar di barat daya pulau Shikoku yang punya segudang daya tarik menarik, mulai dari patung pejuang samurai legendaris, Sakamoto Ryoma, hingga Museum Kaiyodo Kappa. Prefektur yang sebagian besar masih alami ini juga dikelilingi oleh pemandangan indah yang bikin kamu ingin sejenak melupakan kesibukan urban.
Reporter kita, Marie Morimoto, merasakan kebutuhan akan pelarian tersebut dan meluncur ke Kota Shimanto di Kochi. Lebih tepatnya, dia menuju ke Sungai Shimanto yang luas, terkenal dengan banyaknya chinkabashi atau “jembatan yang bisa tenggelam” yang akan sepenuhnya terendam saat banjir. Rencananya, dia mau mencoba tur melihat pemandangan dengan yakatabune, semacam perahu berkonsep rumah yang sudah digunakan untuk perjalanan santai di sungai dan teluk di Jepang sejak ratusan tahun lalu. Penyedia layanan yang ia pilih adalah Yakatabune Sakoya, yang memiliki tempat peluncuran perahu di sisi timur Jembatan Sada.
Setelah naik, Marie melihat ruang penumpang utama yang penuh dengan bantal zabuton dan meja panjang yang rendah. Dia memilih tempat dan duduk dengan nyaman.

Melihat keluar dari jendela, Marie melihat banyak ayu, ikan manis yang bergerak lincah di antara batu kerikil di dasar sungai. Mereka sangat terlihat jelas di air yang tenang dan jernih.

Permukaan air ternyata sangat dekat dengan mata Marie saat di perahu, bahkan agak menegangkan. Dia tidak sering menemukan aliran air besar di luar area metropolitan, dan itu mengingatkannya bahwa sungai adalah kekuatan alam yang sesungguhnya.

Tak lama kemudian, mesin perahu dinyalakan dan mereka mulai mengarungi air. Marie merasakan betapa besar volume air di dalam perahu saat melaju. Menariknya, pengemudi perahu memberitahukan bahwa level air tahun ini sebenarnya relatif rendah. Di tahun biasanya, jembatan-jembatan yang bisa tenggelam ini sering kali hilang dari pandangan sepenuhnya. Saat perahu melintas di bawah salah satu jembatan, Marie terkejut membayangkan seberapa tinggi air bisa naik untuk membuat struktur tersebut terendam.

Si pengemudi perahu mengisahkan berbagai cerita menarik selama perjalanan. Salah satu trivia yang membuat Marie terkesan adalah julukan Sungai Shimanto sebagai “aliran jernih terakhir di Jepang.” Bukan karena airnya yang sangat bersih, tetapi karena ini adalah sungai terpanjang di Shikoku yang tidak memiliki bendungan buatan manusia yang mengganggu aliran air alami, sehingga menciptakan ekosistem lokal yang kaya.
Dia juga menceritakan banyak hal, mulai dari burung-burung yang singgah di pulau pasir sungai hingga kehidupan para nelayan lokal, bahkan kisah saat sekelompok turis asing ingin melompat dari jembatan ke sungai di tengah musim dingin. Marie sangat terpikat dengan cara dia bercerita tentang lore lokal dengan santai.

Saat mereka berhenti di tempat yang tenang, si pengemudi mematikan mesin, dan kedamaian alam kembali mengisi suasana. “Silakan sentuh permukaan,” katanya, sehingga semua penumpang bersandar keluar dan mencelupkan jari mereka ke dalam air.
Air berwarna hijau zamrud terasa dingin. Marie menggerakkan tangannya seirama dengan nyanyian burung, sambil memandangi pegunungan di latar belakang. Dia merasa seakan terhenti di momen itu, hanya menjadi bagian dari keheningan alam.

Tur perahu berakhir setelah 50 menit, dan hal terakhir yang dilakukan penumpang adalah berjalan di atas jembatan yang bisa tenggelam untuk menikmati pemandangan. Berdiri di atasnya, Marie kembali terkagum bagaimana struktur ini bisa sepenuhnya terendam di waktu-waktu tertentu. Dia membayangkan, pasti para penduduk yang melihat pemandangan ini setiap hari menganggapnya sebagai hal yang normal.

Pengalaman tur perahu Yakatabune Sakoya meninggalkan Marie bukan dengan adrenalin yang meluap, tetapi dengan perasaan tenang dan segar. Seakan-akan waktunya di sungai telah mencetak jejak yang besar di jiwanya. Dia yakin, dia akan mengenang hari itu dengan penuh rasa syukur di masa depan, sebagian besar berkat pengemudi perahu ahli yang dengan cekatan mengarahkan sambil berbagi wawasan tentang keindahan dan budaya sungai.

Pemesanan untuk tur perahu Yakatabune Sakoya bisa dilakukan lewat telepon (+81 090-5147-4023), melalui form online, atau email (arechi@leaf.ocn.ne.jp). Tarifnya cukup terjangkau, 2.000 yen per dewasa (usia SMP ke atas) dan 1.000 yen untuk anak kecil. Minimal dua orang perlu melakukan reservasi agar tur bisa dijalankan pada waktu yang telah ditentukan.
Informasi Tour
Yakatabune Sakoya / 屋形舟 さこや
Alamat: Kochi-ken, Shimanto-shi, Sada 492-1
高知県四万十市佐田 492-1
Tempat peluncuran perahu terletak di sisi timur Jembatan Sada yang bisa tenggelam di Kota Shimanto (sekitar 15 menit berkendara dari Stasiun Nakamura).
知県四万十市佐田沈下橋たもと(中村駅より車で15分)

